Mobil Damkar Pemkot Bima Hantam Gerbang Kantor LTSA Disnakertrans Kabupaten Bima, Penyebab Masih Misterius -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Mobil Damkar Pemkot Bima Hantam Gerbang Kantor LTSA Disnakertrans Kabupaten Bima, Penyebab Masih Misterius

Minggu, 09 Agustus 2026

Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemkot Bima tampak menghantam gerbang Kantor LTSA Disnakertrans Kabupaten Bima, Senin pagi (10/8/2026). Insiden tersebut menghebohkan pegawai dan pengguna jalan, sementara penyebab kejadian hingga kini belum mendapat penjelasan resmi dari pihak Damkar.

BIMA — Suasana pagi di kawasan perkantoran Kabupaten Bima, Senin (10/8/2026), mendadak heboh. Sebuah mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bima tiba-tiba menghantam gerbang Kantor Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima.


Peristiwa tersebut sontak menarik perhatian pengguna jalan maupun pegawai yang berada di sekitar lokasi. Bagian gerbang kantor LTSA Disnakertrans Kabupaten Bima dilaporkan mengalami kerusakan akibat benturan kendaraan tersebut.


Yang menjadi sorotan, lokasi Kantor Damkar dan Kantor LTSA Disnakertrans Kabupaten Bima berada berhadapan langsung dan hanya dipisahkan oleh jalan raya. Posisi kedua kantor yang relatif berdekatan itu membuat insiden tersebut semakin mengundang tanda tanya di tengah masyarakat.


Hingga kini, penyebab pasti mobil Damkar tersebut sampai menghantam gerbang kantor LTSA belum diketahui. Belum ada keterangan resmi yang menjelaskan apakah kejadian itu disebabkan faktor teknis kendaraan, kelalaian, kondisi pengemudi, maupun faktor lainnya.


Insiden ini pun menjadi perhatian publik, terutama karena kendaraan pemadam kebakaran merupakan kendaraan pelayanan publik yang memiliki fungsi vital dalam penanganan keadaan darurat.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemadam Kebakaran Pemkot Bima belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi maupun penyebab kendaraan tersebut menghantam gerbang Kantor LTSA Disnakertrans Kabupaten Bima.


Publik kini menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait agar peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat. (MB/01).