Dalam pertemuan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, alim ulama, pemuda, serta perangkat desa, Wabup Irfan Zubaidy menegaskan bahwa Desa Kalodu sebagai bagian integral dari Kabupaten Bima berhak mendapatkan fasilitas dasar yang memadai, setara dengan wilayah lainnya.
"Desa Kalodu, Kecamatan Langgudu, adalah bagian tak terpisahkan dari Pemerintah Kabupaten Bima. Oleh karena itu, sudah menjadi hak warga untuk mendapatkan fasilitas dasar yang layak, sama seperti masyarakat di wilayah lain," ujar Wabup Irfan Zubaidy di hadapan warga Desa Kalodu.
Turut hadir dalam acara tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Fathullah, S.Pd, Kadis PUPR Suwandi, ST., MT, Ka. Bappenda Ruslan, S.Sos, Plt. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan H. Zainal Arifin, ST, MT, Plt. Camat Langgudu Herman, S.Sos, Muspika, Kepala Desa Kalodu Ishak Romadi, SP, Kades Karumbu, serta sejumlah pimpinan unit kerja lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bima.
Wabup menjelaskan bahwa tahapan perbaikan jalan Kalodu telah dimulai dengan survei dan perhitungan teknis oleh tim yang ditugaskan pemerintah daerah. Pelaksanaan perbaikan fisik dijadwalkan mulai Januari 2026.
"Total kebutuhan untuk perbaikan jalan ini mencapai 3 miliar rupiah. Namun, dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran, pada tahap awal ini pemerintah mengalokasikan 1 miliar rupiah. Tahap berikutnya, penambahan anggaran akan dilakukan untuk memastikan seluruh ruas jalan dapat ditangani secara komprehensif," jelas Wabup Irfan Zubaidy.
Sebelumnya, Kepala Desa Kalodu, Ishak Romadi, SP, menyampaikan aspirasi warga terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan keterbatasan jaringan telekomunikasi, terutama untuk mendukung pendidikan dan pelayanan publik. Kades berharap agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan mengingat pentingnya infrastruktur bagi aktivitas dan perekonomian warga.
Dialog antara Wabup dan masyarakat Desa Kalodu diakhiri dengan penyerahan simbolis 50 unit septic tank ramah lingkungan berkapasitas 1.000 liter. Selain itu, diserahkan pula kostum "Selasa Menyapa" kepada Sri Mulyati, seorang guru di SDN Kalodu, sebagai apresiasi atas dedikasinya dalam dunia pendidikan.
(Din/Red)