![]() |
| Ketua Gapensi Kota Bima, Ir. Rusdin. |
"Dari pelabuhan aman dan lancar. Barang masuk tidak ada kendala. Artinya jelas, kelangkaan ini bukan soal distribusi terputus, tapi ada permainan di dalamnya," tegas Ir. Rusdin dengan nada tegas.
Ia menuding adanya oknum pelaku usaha yang sengaja menimbun stok semen di gudang-gudang untuk menciptakan kelangkaan buatan. Tujuannya tidak lain: memicu kenaikan harga secara tidak wajar.
Dampaknya terasa nyata di lapangan. Jika sebelumnya harga semen berada di kisaran Rp65 ribu per sak, kini melonjak tajam hingga menembus Rp86 ribu. Kenaikan mencapai Rp20 ribu ini memukul berat para kontraktor.
Proyek pembangunan terhenti atau melambat drastis, padahal terikat kontrak dengan tenggat waktu yang ketat. Agar pekerjaan tidak macet total, pelaku usaha terpaksa menanggung biaya lebih besar dengan mendatangkan pasokan semen dari Sumbawa.
Ir. Rusdin pun mendesak Pemerintah Kota Bima bertindak tegas tanpa menunda. Ia meminta dilakukan inspeksi mendadak serentak ke seluruh gudang penyimpanan semen untuk membongkar dugaan penimbunan.
"Pemerintah harus turun tangan. Lakukan sidak, periksa stok sebenarnya. Jangan biarkan oknum segelintir mengeruk keuntungan sepihak, merugikan kontraktor, bahkan menghambat pembangunan daerah," tandasnya.
(Tim Peliput).


