Dinas Kesehatan Bima, bekerja sama dengan berbagai organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bima, dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), menghadirkan sembilan jenis layanan kesehatan. Layanan-layanan tersebut meliputi pelayanan gizi, promosi kesehatan (Promkes), dan kesehatan lingkungan (Kesling), yang mencakup pengobatan gratis, kelas ibu hamil, kelas gizi, pembagian paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita, serta penanganan limbah medis.
Selain itu, tersedia juga layanan donor darah, pemeriksaan golongan darah, penyuluhan dan pemeriksaan gigi, deteksi dini kanker payudara, pelayanan kesehatan mata, pelayanan fisioterapi, dan khitanan massal. Sebanyak delapan dokter bertugas di pos pelayanan kesehatan yang berlokasi di SDN Doridungga, didukung oleh 76 tenaga medis lintas profesi, termasuk tenaga gizi, tenaga Promkes, ahli kesehatan masyarakat, dan bidan desa.
Tidak hanya Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KAB) Kabupaten Bima juga turut berpartisipasi. Bekerja sama dengan Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Bima, mereka mengadakan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
Bupati Bima, Ady Mahyudi, dan Wakil Bupati, dr. H. Irfan Zubaidy, bersama para Kepala OPD terkait, Camat Donggo, dan Kades Doridungga, melakukan peninjauan ke sejumlah titik pelayanan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ady Mahyudi menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran pusat layanan pemerintahan ini dengan sebaik-baiknya. Ia juga menekankan pentingnya akses mudah terhadap informasi kesehatan dan pelayanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat.
(Din/Red)