Barisan Oposisi Demo di Pasar Sila, Tuntut Copot Kepala Pasar dan Audit Dugaan Korupsi -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Barisan Oposisi Demo di Pasar Sila, Tuntut Copot Kepala Pasar dan Audit Dugaan Korupsi

Jumat, 13 Februari 2026

Lokasi: Depan Pasar Sila, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Tanggal: 14 Februari 2025
Waktu: Sekitar pukul 10.00 Wita

BIMA, NTB – Sekelompok warga Kecamatan Bolo yang mengatasnamakan Barisan Oposisi Aktivis dan Pemuda melakukan aksi demonstrasi di Pasar Sila pada Sabtu (14/02/2025) sekitar pukul 10.00 Wita. Sebelum memasuki lokasi pasar, massa terlebih dahulu menyelenggarakan orasi ilmiah di depan kantor kecamatan setempat.

 

Korlap Aksi, Agus, menyampaikan bahwa demonstrasi ini bertujuan untuk menuntut penertiban bangunan liar yang dibangun di area taman sekitar pasar. Menurutnya, berdasarkan peraturan yang berlaku, seluruh pelaku usaha harus menjalankan aktivitas jual-beli di dalam los pasar yang telah disediakan pemerintah.

 

"Kami menduga terdapat unsur transaksional di balik pendirian lapak-lapak di area taman. Berdasarkan data yang kami kumpulkan, pelaku pasar diduga menyetor uang tertentu untuk menguasai lokasi tersebut," ujar Agus.

 

Selain itu, pihaknya juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) segera melakukan audit terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Pasar Sila. Isu yang menjadi sorotan adalah pungutan uang pembayaran listrik oleh Pejabat Luar Biasa (PLT) Kepala Pasar Sila, padahal secara kebijakan, biaya listrik pasar ditanggung langsung oleh pemerintah daerah.

 

"Kenapa masih ada kebijakan memungut uang listrik lagi padahal sudah ditanggung daerah? Ini perlu diteliti secara mendalam," tandasnya.

 

Senada dengan Agus, perwakilan massa lainnya, Zero, menegaskan bahwa pihak kepolisian diharapkan tidak tinggal diam terhadap permasalahan yang terjadi. Ia menekankan perlunya sikap tegas dan langkah hukum yang sesuai untuk mengurai masalah serta memberikan konsekuensi kepada pelaku yang bersangkutan.

 

"Dalam waktu dekat, kami juga akan melaporkan dugaan tindak pidana Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di Pasar Sila," tegas Zero.

 

Tak hanya itu, Barisan Oposisi juga menuntut Pemerintah Kabupaten Bima melalui Bupati dan Wakil Bupati segera mencopot PLT Kepala Pasar Sila yang dinilai gagal menjalankan amanah. Zero bahkan mengancam akan melakukan aksi susulan dengan massa yang lebih besar jika tuntutan tersebut tidak dikabulkan.

 

"Copot PLT Kepala Pasar Sila. Jika tidak, kami akan kembali dengan jumlah massa yang lebih banyak," ujarnya.

 

Saat aksi berlangsung, PLT Kepala Pasar Sila, Wahyudin, tidak berada di lokasi pasar sehingga belum dapat memberikan konfirmasi terkait berbagai tuduhan yang diajukan. (Tim)