Acara penuh makna ini turut dihadiri oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kota Bima, Camat Asakota, Lurah Jatiwangi, Kepala SMP Negeri 7 Kota Bima, pengurus komite sekolah, para orang tua wali murid, serta seluruh warga sekolah. Suasana haru dan gembira mewarnai kegiatan yang menjadi momen perpisahan sekaligus perayaan keberhasilan para siswa tersebut.
Di hadapan ratusan siswa, guru, dan orang tua, Feri mengajak para lulusan untuk tidak berpuas diri dengan pencapaian saat ini. Menurutnya, garis akhir di jenjang SMP sejatinya adalah garis awal untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi.
“Hari ini bukanlah akhir perjalanan. Ini adalah garis start untuk perjalanan yang lebih panjang. Jangan terlalu lama berdiri di garis finish SMP, karena masa depan sudah menunggu di garis start berikutnya,” tegas Feri dalam sambutannya.
Ia pun memberikan apresiasi tinggi terhadap rangkaian penampilan seni yang ditampilkan para siswa. Bagi Feri, pentas seni bukan sekadar hiburan, melainkan ruang pembelajaran yang nyata bagi generasi muda untuk mengasah kreativitas, keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta membangun kepercayaan diri.
Feri menekankan bahwa tuntutan zaman kini telah berubah. Dunia kerja dan pembangunan tidak lagi hanya membutuhkan generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga mereka yang mampu berinovasi dan beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
“Dunia membutuhkan generasi yang kreatif, inovatif, mampu berkomunikasi, dan berani menampilkan potensinya. Bisa jadi di antara siswa yang tampil hari ini ada calon dokter, guru, pengusaha, atlet, bahkan pemimpin Kota Bima di masa depan,” ujarnya dengan penuh harap.
Namun di balik peluang yang luas, Feri juga menyoroti tantangan berat yang dihadapi remaja masa kini, terutama di era digital. Ia mengingatkan agar para siswa tidak terjebak dalam ilusi popularitas media sosial yang justru dapat mengalihkan perhatian dari tujuan hidup dan prestasi nyata.
Ia menilai sejumlah masalah sosial seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, balap liar, hingga penggunaan gawai yang tidak bijak masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda.
“Seringkali kita melihat ada yang lebih takut kehilangan sinyal internet daripada kehilangan arah hidup. Karena itu, jadilah generasi yang cerdas menggunakan teknologi dan media sosial hanya untuk hal-hal yang bermanfaat dan membangun,” pesannya.
Dalam kesempatan itu, Feri juga menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru. Menurutnya, peran pendidik saat ini semakin berat dan krusial, tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai moral serta membimbing siswa menavigasi perubahan zaman yang semakin kompleks. Apresiasi yang sama juga disampaikan kepada para orang tua yang telah setia mendampingi anak-anak mereka hingga menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP.
Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota berpesan agar seluruh lulusan terus belajar, berkarya, dan selalu menjaga nama baik keluarga serta almamater.
“Teruslah bermimpi besar. Banyak orang hebat lahir dari tempat yang sederhana, tetapi memiliki mimpi yang luar biasa. Buktiakan bahwa kalian adalah aset berharga bagi keluarga, masyarakat, dan Kota Bima,” pungkas Feri.
(Tim MIMBARNTB)


