Tumpukan Sampah Menumpuk di Pantai Kalaki Bima, DLH Sebut Dua Penyebab Utama -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Tumpukan Sampah Menumpuk di Pantai Kalaki Bima, DLH Sebut Dua Penyebab Utama

Selasa, 05 Mei 2026

Tumpukan sampah di sepanjang pantai Kalaki Bima.

BIMA, MIMBARNTB – Kondisi kebersihan di sepanjang bibir Pantai Kalali, Kabupaten Bima, saat ini memprihatinkan. Pantai yang seharusnya menjadi destinasi menarik justru dipenuhi tumpukan limbah plastik sekali pakai, seperti botol minuman, kantong kresek, serta sampah organik berupa ranting kayu, bambu, dan daun kering.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima, Syarif, ketika dikonfirmasi pada Rabu (6/5/2026), membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, penumpukan sampah di lokasi tersebut bukanlah masalah baru dan telah berlangsung cukup lama.

 

Ia menjelaskan, secara geografis, Pantai Kalaki merupakan daerah muara atau titik pertemuan arus. Hal ini menyebabkan sampah-sampah yang hanyut terbawa arus dari berbagai wilayah akhirnya mengendap dan menumpuk di pesisir pantai tersebut.

 

"Memang sudah sejak lama sampah-sampah ini terbawa arus dan bermuara di Kalaki," ujar Syarif.

 

Selain faktor aliran sungai dan arus laut, Syarif juga mengakui adanya kendala internal berupa keterbatasan armada pengangkut sampah yang dimiliki oleh pihak DLH saat ini. Kekurangan alat berat dan truk pengangkut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pembersihan maksimal.

 

Namun, di sisi lain, faktor perilaku masyarakat juga dinilai sangat berpengaruh. Syarif menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya serta ketidaktepatan waktu dalam mengeluarkan sampah.

 

"Masih kurangnya kesadaran masyarakat. Padahal mereka sudah tahu jadwal angkut sampah, tapi seringkali mengeluarkan sampah setelah mobil pengangkut lewat," ungkapnya.

 

Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi dinas terkait untuk segera mencari solusi, baik dari segi penambahan armada maupun upaya sosialisasi yang lebih intensif kepada masyarakat agar keindahan pantai dapat kembali terjaga. (Tim).