Sampah Berserakan di Jalur Tente–Langgudu, Pegiat Lingkungan Soroti Kinerja DLH Kabupaten Bima -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Sampah Berserakan di Jalur Tente–Langgudu, Pegiat Lingkungan Soroti Kinerja DLH Kabupaten Bima

Minggu, 23 Agustus 2026


BIMA, MIMBARNTB – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan di Kabupaten Bima. Tumpukan dan sampah yang berserakan di sepanjang jalan lintas Tente–Langgudu dinilai menunjukkan masih lemahnya penanganan kebersihan lingkungan di wilayah tersebut.


Pegiat lingkungan, Den Alex, mengkritisi kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima yang dinilai belum maksimal dalam mengatasi persoalan sampah. Menurutnya, kondisi sampah yang dibiarkan berserakan di ruang publik tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut kebersihan, kesehatan, kenyamanan masyarakat, serta wajah daerah.


Den Alex menilai, DLH sebagai instansi yang memiliki kewenangan dalam urusan persampahan seharusnya lebih aktif melakukan pengawasan dan penanganan di titik-titik yang menjadi lokasi pembuangan sampah.


Ia berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada kritik, tetapi diikuti langkah nyata berupa pembersihan, pengawasan, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.


Menanggapi sorotan tersebut, Kepala DLH Kabupaten Bima, Syarifuddin H. Ndae, S.T., M.T., saat dikonfirmasi media, Senin (24/8/2026), mengatakan bahwa persoalan sampah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab DLH. Menurutnya, pemerintah desa juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan wilayah masing-masing.


“Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab DLH, tetapi desa juga harus ikut bertanggung jawab,” ujarnya.


Syarifuddin H. Ndae, S.T., M.T. mengatakan, kritik dari pegiat lingkungan tersebut akan menjadi perhatian pihaknya. Ia bahkan memastikan akan menggerakkan personel DLH untuk turun langsung mengecek kondisi di lapangan. “Kita usahakan Rabu ke lokasi,” ungkapnya.


Ia menegaskan, penanganan sampah akan menjadi salah satu prioritas DLH. Namun, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran dan ketersediaan petugas yang dimiliki.


Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan sampah membutuhkan sinergi lintas pihak. DLH tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah desa dan kesadaran masyarakat.


Di sisi lain, sorotan terhadap sampah yang berserakan di jalur Tente–Langgudu menjadi pengingat bahwa persoalan kebersihan tidak cukup hanya diselesaikan melalui kegiatan pembersihan sesaat. Diperlukan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, pengawasan terhadap titik pembuangan liar, serta keterlibatan aktif masyarakat agar persoalan serupa tidak terus berulang. (Din/01).