![]() |
| Foto :Korban Luka Bakar Diduga Dibakar Ibu Kandungnya Mendapat Penanganan Medis di RSUD Sumbawa. |
SUMBAWA, MIMBARNTB – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Desa Sepakat, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu siang (22/2). Seorang wanita diduga membakar anak kandungnya sendiri, mengakibatkan korban mengalami luka bakar berat di seluruh tubuh.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 11.30 WITA di rumah korban di Dusun Pisang Kemang. Menurut informasi dari warga sekitar, korban sedang tertidur ketika pelaku diduga menyiramkan bensin ke tubuhnya dan menyalakan api. Warga menyadari kejadian setelah mendengar teriakan histeris dari dalam rumah, kemudian segera mendobrak pintu dan menggevakuasi korban ke Puskesmas Plampang untuk perawatan awal.
Karena kondisi luka bakar yang cukup parah, korban selanjutnya dirujuk ke RSUD HI Manambai Abdul Kadir Sumbawa untuk penanganan lebih intensif. Dokter menyatakan bahwa korban akan menjalani operasi guna menangani cedera yang dideritanya.
Kapolsek Plampang, Iptu Joko Wilopo, mengkonfirmasi kejadian dan menjelaskan bahwa kasus telah dilimpahkan ke Polres Sumbawa untuk penyelidikan lebih mendalam. "Kasusnya sudah ditangani oleh tim penyidik Polres Sumbawa. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan menelusuri pemicu serta motif di balik tindakan tersebut," ujar Joko tanpa merinci detail lebih lanjut.
Dari kesaksian warga setempat, insiden diduga terjadi setelah korban tidak segera bangun ketika diminta membantu mencari pakan ternak, sehingga pelaku diduga tersulut emosi. Berdasarkan data sementara pihak kepolisian, pelaku berinisial SA (49 tahun) dan korban MI (25 tahun) merupakan warga Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, yang datang ke Plampang untuk bekerja sebagai buruh tani.
Keluarga korban yang diwakili oleh Muhammad menyampaikan rasa kesedihan mendalam terkait peristiwa tersebut. "Kami sangat terpukul karena tidak pernah menduga seorang ibu bisa melakukan hal seperti ini kepada anaknya sendiri," ujarnya dalam nada sedih.
Muhammad juga mengajak masyarakat, lembaga kemanusiaan, dan para donatur untuk memberikan bantuan yang dapat meringankan beban biaya perawatan korban. Bantuan dapat ditransfer melalui rekening BRI dengan nomor 4713-01-014304-53-0 atas nama Muhamad.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap latar belakang, motif pasti, serta kemungkinan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
(Tim).




