Sensus Ekonomi 2026: BPS Akan Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Secara Lebih Detail -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Sensus Ekonomi 2026: BPS Akan Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Secara Lebih Detail

Jumat, 03 April 2026

Sensus Ekonomi 2026: BPS Akan Petakan Potensi Ekonomi Kreatif Secara Lebih Detail.


MATARAM, MIMBARNTB – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup pemetaan potensi industri ekonomi kreatif di Indonesia secara lebih komprehensif dan terperinci.

 

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri acara screening film Pelangi di Mars di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026). Menurutnya, hal ini dimungkinkan berkat penerapan instrumen pendataan terbaru, yakni Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025, yang telah mengakomodasi berbagai jenis aktivitas ekonomi modern, termasuk sektor kreatif.

 

“Dalam Sensus Ekonomi 2026, kami akan mendata termasuk aktivitas ekonomi kreatif. Oleh sebab itu, kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat dan juga industri kreatif untuk mendukung sensus ini,” ujar Amalia.

 

Data 92 Juta Unit Usaha

 

Sensus Ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali ini rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan 2026. BPS akan melakukan pendataan secara masif dengan mendatangi sekitar 92 juta unit usaha dan rumah tangga di seluruh Indonesia, yang akan dilaksanakan oleh ribuan petugas lapangan.

 

Amalia menjelaskan, penggunaan KBLI 2025 menjadi kunci agar klasifikasi sektor ekonomi kreatif menjadi lebih jelas. Berbagai profesi yang sebelumnya belum tercatat secara spesifik, kini telah masuk dalam kategori resmi.

 

"Kami menggunakan KBLI 2025 yang baru, di mana klasifikasi industri kreatif sudah muncul secara spesifik, seperti videografer, animator, dan kegiatan kreatif lainnya. Hal ini merupakan hasil diskusi kami dengan Kementerian Ekonomi Kreatif," tambahnya.

 

Dukungan Menekraf untuk Kebijakan yang Tepat

 

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya data akurat dari sensus ini untuk mengetahui sebaran dan kekuatan ekonomi kreatif nasional.

 

Dengan data yang valid, pemerintah dapat memetakan secara detail di mana pusat-pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berada. Hal ini sangat krusial agar arah kebijakan yang diambil ke depannya dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal.

 

"Ada pertanyaan pendalaman mengenai di mana saja kekayaan dan kegiatan ekonomi kreatif Indonesia tersebar. Data ini yang akan menjawabnya," tegas Riefky.

 

Dengan terintegrasinya sektor kreatif dalam sensus nasional ini, diharapkan kontribusi industri kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat terlihat lebih nyata dan terukur.

 

(Tim).