![]() |
| Dari sejumlah foto ini terlihat air keluar dengan sangat deras. Warga pun sangat senang dan merasa bersyukur bisa menikmati air bersih berkat proyek SPAM tersebut. |
BIMA, MIMBARNTB - Warga Desa Labuan Kananga, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima, akhirnya merasakan akses air bersih yang layak berkat Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang telah resmi beroperasi. Proyek yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Air Minum Tahun 2025 ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3.227.837.000 dan menjadi pencapaian sejarah baru bagi Kecamatan Tambora pada umumnya dan Desa Labuan Kananga pada khususnya.
Kepala Bidang Cipta Karya dan Pembinaan Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima, H. M. Syaeful Bahri, ST. M.Si, menjelaskan bahwa proyek ini mencakup beberapa item pekerjaan, yaitu mulai dari pembangunan intake di sumber mata air, pemasangan jaringan perpipaan lebih dari 10 KM, pembangunan bak air sebanyak 4 unit, perlintasan pipa dan total 380 unit Sambungan Rumah (SR). Serah Terima Pertama/PHO (Provisional Hand Over) telah dilakukan dengan pengawasan dari Inspektorat Kabupaten Bima, dan proses serah-terima telah dilakukan secara resmi dengan BAST dari Kadis PUPR (mewakili Bupati Bima) kepada Kepala Desa Labuan Kananga, selanjutnya Pemdes berkewajiban untuk membentuk KP-SPAM yang akan bertanggung jawab dalam pemanfaatan, pengelolaan dan pemeliharaan SPAM terbangun. Sesuai dengan DPA dan Petunjuk Teknis, pekerjaan SPAM ini masuk pada akun Belanja Barang yang diserahkan ke Masyarakat, sehingga menjadi Aset Milik Desa, bukan aset Pemda.
"Ini merupakan berkah buat Kecamatan Tambora, karena kita berhasil merealisasikan program SPAM yang menjadi kebutuhan utama masyarakat Labuan Kananga," ujar Aji Syaeful kepada Mimbar NTB pada Kamis (5/3/2026).
Menurut dia, sebelum adanya proyek ini, kantor Camat Tambora beserta lingkungan sekitarnya sering menghadapi kesulitan pasokan air bersih. Namun kini, kebutuhan stok air untuk keperluan kantor dan wilayah sekitarnya telah terpenuhi dengan baik.
"Selama ini kantor camat dan sekitarnya tidak memiliki akses air yang memadai. Alhamdulillah, sejak penyelesaian proyek pada tahun 2025, masalah kekurangan air telah teratasi, meskipun sempat macet total karena terdampak banjir bandang beberapa waktu yang lalu," jelasnya.
Kabid Cipta Karya menegaskan bahwa proyek SPAM ini termasuk dalam program prioritas dari Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bima, Ady-Irfan. "Ini adalah salah satu program strategis yang difokuskan pada tahun pertama kepemimpinan Ady-Irfan untuk meningkatkan kualitas hidup dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," katanya.
Warga penerima manfaat mengungkapkan rasa kegembiraannya atas beroperasinya proyek ini. Berdasarkan pantauan, seluruh unit SR yang terpasang berfungsi dengan lancar setelah melalui proses perbaikan akibat dampak banjir yang pernah melanda wilayah tersebut.
"Saat ini semua SR beroperasi dengan baik, air keluar lancar tanpa kendala. Padahal sebelumnya proyek sempat terkena dampak banjir yang cukup parah," ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Syaeful Bahri mengungkapkan bahwa proyek sempat mengalami kendala setelah diterjang banjir, yang menyebabkan sumber mata air/intake terdampak, pipa outlet patah dan terbawa arus banjir sepanjang 100 meter. Selain itu, pipa perlintasan di jembatan juga hancur akibat benturan banjir, serta beberapa sambungan rumah terdampak karena tinggi air mencapai setinggi dada orang dewasa.
"Saya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) langsung meminta pelaksana untuk melakukan perbaikan, karena masih dalam masa pemeliharaan. Namun karena kondisi medan yang sering longsor dan terjal, pelaksana mengalami kesulitan untuk segera menyambung pipa di sumber mata air. Alhamdulillah kemarin sudah tersambung dan operasi kembali normal. Insya Allah hari ini dan besok pelaksana akan melakukan pemeriksaan satu per satu terhadap Sambungan Rumah tersebut," beber Aji Syaeful.
Camat Tambora, Fadhila, mengkonfirmasi bahwa pasokan air di wilayahnya kini telah berjalan lancar. "Alhamdulillah. Sudah mulai jalan airnya. Sedang dalam perbaikan dari sumber mata air akibat dihantam banjir bandang beberapa waktu lalu," jelasnya.
(Tim)



