Ketua PMII Bima Apresiasi Pembangunan Kolam Retensi Amahami, Dinilai Solusi Strategis Atasi Banjir -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Ketua PMII Bima Apresiasi Pembangunan Kolam Retensi Amahami, Dinilai Solusi Strategis Atasi Banjir

Rabu, 26 Agustus 2026


KOTA BIMA, MIMBARNTB – Rencana pembangunan Kolam Retensi Amahami dan penataan kawasan Taman Dae Lakosa melalui skema National Urban Flood Resilience Project (NUFREP) mendapat dukungan dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bima.

Ketua PC PMII Bima, Wira Purdiawan Putra, menyampaikan apresiasi terhadap rencana pembangunan Kolam Retensi Amahami melalui program NUFREP. Proyek tersebut dinilai strategis untuk pengendalian banjir sekaligus berpotensi menghadirkan ruang terbuka publik dan ikon baru Kota Bima.


PC PMII Bima menilai program yang dirancang oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Mataram tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pengendalian banjir sekaligus menghadirkan ruang publik yang representatif bagi masyarakat Kota Bima.


Ketua PC PMII Bima, Wira Purdiawan Putra, mengapresiasi konsep perencanaan infrastruktur yang dinilainya tidak hanya berorientasi pada fungsi teknis, tetapi juga memperhatikan aspek estetika, tata ruang dan kebutuhan masyarakat.


“Desain dari BBWS NT 1 Mataram ini sangat bagus dan visioner. Keberadaan kolam retensi nantinya tidak sekadar berfungsi teknis untuk penanggulangan dan pengendalian banjir tahunan, tetapi juga memiliki nilai estetika tinggi yang berpotensi menjadi ikon baru Kota Bima,” ujar Wira kepada media di Bima, Selasa (25/8/2026).


Menurutnya, pembangunan kolam retensi menjadi penting mengingat persoalan banjir merupakan salah satu tantangan yang membutuhkan penanganan secara terencana dan berkelanjutan. Karena itu, kehadiran infrastruktur pengendalian banjir harus dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat.


Wira juga menyampaikan apresiasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang mengawal pelaksanaan program NUFREP di Kota Bima. Ia menilai keterlibatan dan respons terhadap kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting agar pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat luas.


“Kami sangat mengapresiasi PPK program NUFREP ini karena dinilai benar-benar mengerti kebutuhan Kota Bima. Infrastruktur ini bukan hanya dirancang untuk pengendalian banjir, tetapi sekaligus dapat menyediakan ruang terbuka publik yang sangat dibutuhkan anak-anak muda,” katanya.


Ia menilai keberadaan ruang publik yang representatif dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk berinteraksi, berdiskusi, berkegiatan dan mengembangkan kreativitas.


Bagi PMII Bima, konsep integrasi antara fungsi pengendalian banjir dengan penataan ruang publik merupakan langkah yang patut didukung. Kolam retensi tidak semestinya hanya dipandang sebagai infrastruktur teknis, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi kawasan yang memiliki nilai sosial, lingkungan dan estetika.


“Anak-anak muda di Kota Bima membutuhkan wadah positif untuk berinteraksi, berdiskusi dan menyalurkan karya kreatif. Kehadiran ruang terbuka di kawasan kolam retensi dan Taman Dae Lakosa dapat menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut,” tegas Wira.


PMII Bima, lanjutnya, siap ikut mengawal proses pembangunan agar pelaksanaannya berjalan transparan, lancar dan sesuai dengan perencanaan, tanpa mengurangi tujuan utama program dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari risiko banjir.


“Kami berkomitmen untuk terus mengawal agar eksekusi pembangunan di lapangan berjalan lancar, tepat waktu dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.


Dukungan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di Kota Bima tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi mampu menghadirkan kawasan publik yang aman, tertata dan bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. (Dinyan/01).