Kecewa Manajer Mangkir, HMI Cabang Bima Sorot Pemangkasan Kuota dan Kelangkaan Gas 3 Kg -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Kecewa Manajer Mangkir, HMI Cabang Bima Sorot Pemangkasan Kuota dan Kelangkaan Gas 3 Kg

Senin, 27 Juli 2026

Perwakilan HMI Cabang Bima saat memberikan keterangan pers terkait ketidakhadiran Manajer Pertamina Bima dalam audiensi pembahasan kelangkaan gas subsidi.


 

BIMA, MIMBARNTB – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bima menyatakan kekecewaan mendalam atas ketidakhadiran Manajer Pertamina Bima, Horasan Pandiangan, dalam jadwal audiensi yang disepakati hari ini pukul 10.00 WITA di Kantor Pertamina Bima. Pertemuan tersebut sedianya digelar untuk membahas krisis kelangkaan LPG 3 kg bersubsidi, dugaan penimbunan, serta lonjakan harga yang semakin meresahkan masyarakat.

 

Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral HMI Cabang Bima, Adhar, menegaskan pihaknya telah melayangkan surat permohonan resmi jauh sebelumnya dengan maksud yang jelas: meminta klarifikasi sekaligus langkah konkret penyelesaian masalah. Namun saat tiba di lokasi, perwakilan HMI justru tidak ditemui oleh pimpinan maupun pejabat berwenang Pertamina, melainkan hanya disambut anggota TNI dan Polri yang bertugas di lokasi.

 

"Keterangan yang kami terima sangat janggal. Manajer dikabarkan sedang berdinas dan baru saja meninggalkan kantor pagi ini, padahal tak ada satupun pemberitahuan atau konfirmasi penundaan yang disampaikan kepada kami. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pihak manajemen sengaja menghindar dari tanggung jawab menjawab keresahan rakyat," tegas Adhar.

 

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan HMI, kelangkaan gas subsidi bukan semata-mata karena keterbatasan pasokan, melainkan juga dipicu gangguan distribusi, ketidaksesuaian alokasi dengan kebutuhan riil, maraknya konsumen tidak sasaran hingga praktik penimbunan dan spekulasi harga.

 

Fakta yang lebih mencolok, Pertamina justru memangkas kuota LPG 3 kg untuk wilayah Bima di tahun 2026: Kota Bima turun dari 4.082 MT menjadi 3.555 MT atau berkurang 12,9 persen, sedangkan Kabupaten Bima turun dari 8.538 MT menjadi 7.915 MT atau sekitar 7,3 persen.

 

"Pengurangan kuota ini adalah hak hidup masyarakat. Seharusnya didasari data yang valid dan dipertanggungjawabkan secara terbuka, bukan justru dijawab dengan sikap menghindar," tegasnya.

 

Merespons sikap yang dinilai tidak kooperatif ini, HMI Cabang Bima menegaskan tidak akan berhenti di sini. Pihaknya akan merencanakan langkah lanjutan sekaligus mendesak Pertamina segera hadir memberikan penjelasan terbuka serta solusi nyata agar kelangkaan gas subsidi yang menyengsarakan masyarakat segera berakhir. (Tim)