Festival Rimpu Mantika 2026: Angkat Budaya dan Gerakkan Ekonomi Rp1,016 Miliar -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Festival Rimpu Mantika 2026: Angkat Budaya dan Gerakkan Ekonomi Rp1,016 Miliar

Sabtu, 02 Mei 2026



Kota Bima, MIMBARNTB – Pelaksanaan Festival Rimpu Mantika periode 24–27 April 2026 mencatatkan capaian luar biasa. Event empat hari ini tidak hanya sukses memperkuat identitas budaya masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kota Bima, dengan total nilai transaksi mencapai lebih dari Rp1 miliar.

 

Rangkaian kegiatan Festival Rimpu Mantika 2026 berlangsung sukses dan meriah, berhasil menggerakkan ekonomi lokal serta melestarikan budaya khas Bima.

Rangkaian acara digelar sangat meriah dan beragam, mulai dari penampilan sanggar seni, pertunjukan musik, bazar ekonomi kreatif, Pawai Rimpu Mantika, fashion show, fun run, hingga city tour. Antusiasme masyarakat dan wisatawan tercatat sangat tinggi sepanjang penyelenggaraan.

 

Magnet Budaya dan Rekor Partisipasi

 

Pawai Rimpu Mantika menjadi daya tarik utama yang memukau publik. Keberhasilan ini terlihat dari jumlah peserta yang memadati jalanan hingga mencapai 86.000 orang. Sementara itu, jumlah pengunjung di lokasi utama acara selama tiga hari berturut-turut tercatat sebanyak 10.650 orang.

 

Tidak hanya soal jumlah orang, festival ini juga membanggakan penggunaan kain tenun khas Bima yang mencapai 126.500 lembar. Hal ini menjadi bukti nyata kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya lokal sekaligus mendongkrak produksi para pengrajin tenun.

 

Putaran Ekonomi Capai Rp1 Miliar

 

Dari sisi ekonomi, festival ini terbukti menjadi mesin penggerak roda perekonomian daerah. Total nilai transaksi selama event berlangsung mencapai Rp1.016.000.000.

 

Rinciannya meliputi:

 

- Sektor Perhotelan: Rp280 juta

- Bazar Ekonomi Kreatif: Rp144 juta

- Bazar UMKM: Rp437 juta

- Kedai Kopi: Rp155 juta

 

Sebanyak 17 stand ekonomi kreatif, 85 stand UMKM, dan 15 stand kedai kopi turut meramaikan acara. Selain itu, event ini juga menyerap tenaga kerja sebanyak 1.031 orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

 

Strategi Pembangunan Berkelanjutan

 

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima yang juga selaku Juru Bicara Pemkot, Dr. Muhammad Hasyim, menegaskan bahwa Festival Rimpu Mantika bukan sekadar seremonial, melainkan strategi konkret pembangunan.

 

“Festival ini memberikan efek berantai yang sangat luas, mulai dari peningkatan pendapatan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, peningkatan okupansi hotel, hingga menguatnya kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya, khususnya penggunaan rimpu dan kain tenun Bima,” ujarnya, Sabtu malam (02/05).

 

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha mampu menciptakan dampak positif yang nyata.

 

“Ke depan, Pemerintah Kota Bima optimis agenda ini akan terus menjadi ikon unggulan yang tidak hanya memperkuat jati diri budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkas Hasyim. (Tim).