Tekan Penyebaran TBC, Pemkot Bima Luncurkan Program Kelurahan Siaga TBC -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Tekan Penyebaran TBC, Pemkot Bima Luncurkan Program Kelurahan Siaga TBC

Rabu, 20 Mei 2026

Sekretaris Daerah Kota Bima Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E. saat menyampaikan sambutan sekaligus meresmikan peluncuran Kelurahan Siaga TBC tingkat Kota Bima tahun 2026, di Ruang Rapat Bappeda Kota Bima, Kamis (21/5/2026). Program ini jadi langkah strategis tekan penyebaran TBC yang masuk 3 besar penyakit berbahaya di daerah ini.

KOTA BIMA, MIMBARNTB – Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Akses, Temukan, dan Obati (ATM) sekaligus meluncurkan program Kelurahan Siaga TBC tingkat Kota Bima tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung Kamis (21/5) di Ruang Rapat Bappeda Kota Bima ini menjadi langkah strategis dalam upaya menekan angka kasus TBC yang tergolong tinggi di daerah ini.

 

Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah menunjuk Kota Bima sebagai daerah sasaran pertama pelaksanaan program penanggulangan TBC ini. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada Dinas Kesehatan Kota Bima atas komitmen dan kerja keras yang telah ditunjukkan selama ini.

 

“Pemerintah Kota Bima sangat mendukung penuh program ini. Berdasarkan data kesehatan yang ada, tingkat paparan TBC di daerah kita cukup tinggi, bahkan masuk dalam tiga besar penyakit berbahaya yang ada di Kota Bima. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa ditunda lagi dan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh,” tegas Sekda.

 

Lebih lanjut dijelaskan, TBC merupakan penyakit menular yang berisiko menyebar luas di lingkungan sekitar. Karena itu, penanganannya tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan butuh kerja sama dan komitmen dari seluruh pihak.

 

Sekda juga menekankan bahwa penurunan kasus TBC tidak hanya bergantung pada upaya pengobatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tinggal masyarakat. Ia menyebutkan bahwa ketersediaan rumah layak huni, akses air bersih, serta fasilitas sanitasi yang baik merupakan faktor utama yang dapat mencegah penyebaran penyakit ini.

 

“Kita pilih wilayah dengan tingkat paparan tinggi sebagai awal pelaksanaan program ini. Tujuannya agar terbangun kesadaran dan kolaborasi bersama, bahwa TBC harus kita perangi secara bersama-sama, salah satunya dengan menciptakan dan menjaga lingkungan yang selalu bersih dan sehat,” tambahnya.

 

Selain itu, Sekda juga mengajak para Camat dan Lurah untuk lebih serius menangani berbagai persoalan kesehatan masyarakat di wilayahnya masing-masing, termasuk penanganan kasus campak dan TBC. Ia menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kota Bima dalam hal ini tidak hanya berupa kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui dukungan anggaran yang memadai serta kerja sama lintas sektor yang erat.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, di antaranya Koordinator ATR SSH, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Asisten III Setda Kota Bima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Manajer PT Pelindo, sejumlah Camat dan Lurah se-Kota Bima, serta para kader TBC yang menjadi garda terdepan di lapangan. (Tim).