AMPJR Akan Gelar Demonstrasi, Minta Perbaikan Jalan Lintas Tente-Parado Segera Dilakukan -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

AMPJR Akan Gelar Demonstrasi, Minta Perbaikan Jalan Lintas Tente-Parado Segera Dilakukan

Senin, 30 Maret 2026

Kondisi jalan lintas Tente-Parado yang menjadi sorotan Aliansi Masyarakat Peduli Jalan Rusak (AMPJR) memang benar-benar memprihatinkan. Sebagaimana terlihat pada gambar, permukaan jalan penuh dengan lubang besar yang terisi lumpur dan genangan air, membuat akses menjadi sangat sulit bagi pengguna jalan. Pohon pisang yang ditanam masyarakat sebagai bentuk aksi simbolis juga terlihat berdiri di tengah genangan, menjadi bukti nyata dari keluhan warga tentang kurangnya perhatian terhadap infrastruktur ini. Kendaraan seperti truk yang melintas pun harus berhati-hati untuk menghindari area berlubang, yang berpotensi memperlambat mobilitas dan bahkan menimbulkan risiko kecelakaan.

BIMA , MIMBARNTB – Aliansi Masyarakat Peduli Jalan Rusak (AMPJR) mengumumkan rencana aksi demonstrasi untuk mendesak pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera memperbaiki kondisi jalan lintas Tente-Parado, Desa Sakuru, Kabupaten Bima. Surat pemberitahuan resmi telah diajukan kepada Kapolres Kabupaten Bima melalui Kasat Intelkam pada Senin (30/3/2026).


Sebelumnya, masyarakat telah menyampaikan aspirasi melalui media sosial dan aksi simbolis berupa penanaman pohon pisang di lokasi jalan rusak, namun hingga kini belum mendapatkan kejelasan tanggapan dari pemerintah provinsi. Hal ini membuat masyarakat merasa kecewa dan mendorong mereka untuk mengambil langkah lebih tegas.


Aksi demonstrasi direncanakan berlangsung pada hari Rabu hingga Kamis (01-02/3/2026) mulai pukul 09.00 Wita di lokasi jalan rusak Desa Sakuru, dengan peserta dari seluruh masyarakat yang peduli akan kondisi jalan tersebut.

Dalam suratnya, AMPJR mengajukan tiga tuntutan utama, yaitu:

1. Meminta Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk segera melakukan perbaikan jalan lintas Tente-Parado.

2. Menghadirkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTB untuk langsung menanggapi tuntutan serta melihat kondisi sosial dan kondisi jalan yang ada.

3. Menegaskan bahwa jika tuntutan tidak dipenuhi, akan dilakukan aksi unjuk rasa berlipat ganda.


Penanggung jawab korlap aksi, Syahrian S.H, menyampaikan bahwa langkah ini diambil demi kepentingan bersama. "Kami berharap pemerintah dapat merespons dengan cepat dan tanggap, karena kondisi jalan yang rusak telah sangat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari," ujarnya.


Sementara itu, perwakilan humas AMPJR, Rhoman, menambahkan bahwa demonstrasi akan dilakukan dengan tetap menjaga ketertiban dan keselamatan bersama. 

"Kami berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang damai, namun juga mengharapkan tanggapan yang jelas dari pihak berwenang," tuturnya.

(Tim).