Opik Paradewa: Dari Guru Honorer, Wartawan, Hingga Advokat Pembela Hak Rakyat Kecil -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Opik Paradewa: Dari Guru Honorer, Wartawan, Hingga Advokat Pembela Hak Rakyat Kecil

Senin, 01 Juni 2026



KABUPATEN BIMA – Perjalanan hidup Taufikurahman, atau yang lebih akrab disapa Opik Paradewa, menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat belajar tanpa henti mampu mengubah nasib dan membawa manfaat bagi banyak orang. Pria asal Desa Asal, Kecamatan Parado, Kabupaten Bima ini menapaki karirnya dari bawah, menembus berbagai rintangan hingga kini dikenal sebagai sosok advokat yang berdedikasi tinggi membela hak-hak kaum lemah dan masyarakat kurang mampu.

 

Taufikurahman, S.Pd.SH.M.H.

Perjalanan Opik dimulai saat ia mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai guru honorer. Berbekal gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd), ia menyalurkan ilmunya untuk mendidik generasi muda di daerahnya. Namun, hasratnya untuk terus berkembang dan memberi dampak lebih luas membuatnya melangkah ke dunia yang berbeda, yaitu jurnalistik.

 

Di dunia pers, Opik menekuni profesinya dengan sungguh-sungguh. Ia belajar menyampaikan informasi, mengungkap fakta, dan memahami berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dedikasinya di bidang jurnalistik mencapai puncaknya saat ia berhasil mendirikan dan mengembangkan Media Incinews, sebuah wadah informasi yang kini dikenal luas di wilayahnya.

 

Meski telah sukses di bidang pendidikan dan pers, semangat Opik untuk menggali ilmu belum padam. Ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, kali ini memilih bidang Hukum. Ia pun berhasil menyandang gelar Sarjana Hukum, yang kemudian membuka jalan baginya untuk beralih profesi menjadi seorang advokat. Tidak berhenti di situ, Opik kembali melanjutkan studi hingga meraih gelar Magister Hukum, membuktikan komitmennya untuk menguasai keilmuan secara mendalam.

 

Kini, sebagai seorang advokat profesional, Opik Paradewa tidak hanya melihat profesinya sebagai sumber nafkah semata. Baginya, ilmu hukum yang telah ia pelajari dengan susah payah adalah alat untuk menegakkan keadilan. Ia dikenal aktif membantu masyarakat dari kalangan kurang mampu yang kerap kali kesulitan mengakses bantuan hukum atau terpinggirkan dalam proses hukum.

 

"Ilmu yang saya miliki harus bisa bermanfaat, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk memperjuangkan haknya sendiri. Membela kebenaran dan keadilan adalah panggilan jiwa saya," ujar Opik, menggambarkan dedikasinya.

 

Kisah Opik Paradewa menjadi inspirasi nyata bagi masyarakat Kabupaten Bima dan sekitarnya. Ia membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan, serta mengingatkan kita bahwa kesuksesan yang sesungguhnya adalah ketika keberhasilan diri dapat digunakan untuk meringankan beban orang lain. 


Berikut jenjang gelar sarjana Taufikurahman.

1. S1 STKIP Taman Siswa Bima

2. S1 Hukum (STIH Muhammdiyah Bima)

3. S2 Hukum Ekonomi Syariah di Universitas Muhammadiyah Surabaya. (Tim).