Target Tiga Besar, Kota Bima Lepas 85 Kafilah Berlaga di MTQ ke-31 Tingkat NTB -->
Cari Berita

Free Space 970 X 90px

Target Tiga Besar, Kota Bima Lepas 85 Kafilah Berlaga di MTQ ke-31 Tingkat NTB

Kamis, 04 Juni 2026

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, secara resmi melepas keberangkatan 85 anggota kafilah Kota Bima yang akan berlaga pada MTQ ke-31 Tingkat Provinsi NTB di Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (5/6/2026). Dalam kesempatan itu, Rahman menegaskan target masuk tiga besar sekaligus menekankan pentingnya MTQ sebagai sarana syiar Islam dan pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Al-Quran.

KOTA BIMA, MIMBARNTB – Pemerintah Kota Bima secara resmi melepas keberangkatan 85 anggota kafilah yang akan mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kompetisi yang menjadi ajang bergengsi syiar Islam ini akan berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah pada 7 hingga 16 Juni 2026. Dalam keberangkatan ini, Kota Bima menargetkan masuk ke dalam tiga besar peringkat umum.

 

Pelepasan rombongan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, di Aula Kantor Pemerintah Kota Bima, Jumat (5/6/2026). Keikutsertaan ini menjadi bukti keseriusan daerah dalam menjaga dan mengembangkan potensi generasi muda di bidang keagamaan.

 

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bima, Nurdin Mansyur, melaporkan bahwa seluruh peserta yang diberangkatkan bukanlah persiapan mendadak. Seluruh kafilah telah melalui tahapan pembinaan intensif dan pemusatan latihan yang berlangsung selama kurang lebih sembilan bulan, terhitung sejak September 2025 hingga Mei 2026.

 

Para peserta akan bertanding di berbagai cabang perlombaan, mencakup tilawah, hifzil Quran, tafsir Al-Quran, fahmil Quran, hingga syarhil Quran. Bekal persiapan panjang ini menjadi modal utama yang menumbuhkan optimisme tinggi.

 

“Kami sangat optimistis dengan hasil pembinaan yang telah dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Tahun ini kami menargetkan Kota Bima mampu masuk dalam tiga besar peringkat umum pada MTQ tingkat Provinsi NTB,” ungkap Nurdin dalam laporannya.

 

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, dalam sambutannya menegaskan bahwa keikutsertaan dalam MTQ tidak semata-mata bertujuan meraih piala atau kemenangan belaka. Lebih dari itu, ajang ini merupakan bagian dari strategi daerah untuk membumikan nilai-nilai Al-Quran di tengah kehidupan masyarakat.

 

Rahman menyoroti bahwa generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari pengaruh buruk media sosial, ancaman penyalahgunaan narkoba, hingga memudarnya nilai-nilai moral dan etika. Di tengah kondisi tersebut, peran MTQ menjadi sangat strategis sebagai wadah pembentukan karakter.

 

“MTQ adalah syiar Islam. Al-Quran harus kita jadikan benteng moral dan pedoman hidup generasi kita. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter Qurani, berakhlak mulia, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tegas Rahman.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelatih, pembina, guru mengaji, pengelola pondok pesantren, lembaga pendidikan, serta para orang tua. Menurutnya, keberhasilan seorang qari dan qariah yang mampu tampil di panggung provinsi tidak terlepas dari proses panjang pembinaan dan dukungan semua elemen masyarakat.

 

Lebih jauh, Rahman mengungkapkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada persiapan menjelang perlombaan. Pemerintah Kota Bima tengah merancang program pembinaan Al-Quran yang bersifat berkelanjutan dan masif. Salah satu gagasan besar yang sedang didorong adalah pengembangan program Kampung Qurani, yang akan melibatkan peran aktif sekolah, Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), rumah tahfiz, hingga pondok pesantren di seluruh wilayah kota.

 

“Pembinaan tidak boleh hanya dilakukan sesaat saat mendekati lomba. Kita ingin budaya Qurani benar-benar tumbuh, hidup, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Bima,” tambahnya.

 

Menjelang keberangkatan ke Lombok Tengah, Rahman berpesan agar seluruh anggota kafilah senantiasa menjaga kesehatan, kedisiplinan, serta menjunjung tinggi nama baik daerah. Ia berharap para peserta tampil dengan percaya diri, mengedepankan sportivitas, dan menjadikan keikutsertaan ini sebagai ladang ibadah sekaligus wujud pengabdian kepada daerah.

 

Dengan bekal pembinaan yang telah dijalani selama berbulan-bulan, Pemerintah Kota Bima menaruh harap besar agar kafilah tidak hanya pulang membawa prestasi gemilang, tetapi juga semakin memperkuat posisi Kota Bima sebagai salah satu pusat pembinaan dan pengembangan Al-Quran yang unggul dan berdaya saing di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

(Tim MIMBARNTB)