![]() |
| Sekretaris Gapensi sekaligus Ketua Pemuda Pancasila Kota Bima, Angga Taher Minta Dinas Terkait Tegas Pedagang Semen. |
KOTA BIMA, MIMBARNTB – Harga semen merek Tiga Roda di pasaran Kota Bima dilaporkan mengalami kenaikan tajam. Dari harga normal Rp75.000 per sak, saat ini harganya melonjak menjadi Rp89.000 per sak. Kenaikan ini dikeluhkan pelaku usaha konstruksi karena berpotensi mengganggu kelancaran proyek pembangunan.
Sekretaris Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Bima, Angga Taher, menilai kondisi ini sangat merugikan. “Biaya operasional membengkak, padahal nilai kontrak pekerjaan sudah ditetapkan di awal. Jika dibiarkan, progres pembangunan bisa terhambat,” ungkapnya, Senin (15/6/2026).
Ia meminta Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan segera mengambil langkah tegas, termasuk memberikan teguran kepada distributor dan pengecer agar menjual sesuai harga wajar serta melakukan pengawasan rutin.
Sementara itu, sumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa kelangkaan pasokan bukan disebabkan berkurangnya stok secara keseluruhan, melainkan terhambatnya arus masuk semen. Hal ini terjadi karena antrean panjang kapal pengangkut jagung yang sedang padat akibat musim panen raya, sehingga kapal pengangkut semen belum bisa bersandar dan membongkar muatan.
Menurut sumber tersebut, situasi ini bersifat sementara dan diprediksi akan segera membaik setelah masa pengiriman jagung selesai dan giliran sandar kapal kembali normal.
Sekretaris Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kota Bima yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Pancasila Kota Bima berharap dinas terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah toko yang menjual semen di atas harga standar yang ditetapkan pemerintah di wilayah Kota Bima. (Tim).


